Berita

Calon Guru PAUD Kampanye Go Green

KAMPANYE PENGHIJAUAN : Himpunan Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Unsika kampanye go green. Hal itu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pencemaran udara.

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA – Hima Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) Unsika ajak semua civitas akademik di kampusnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi sampah plastik.

Jumat (22/111) kemarin, mereka mengadakan mengkampanyekan dan mengajak mahasiswa untuk menandatangani petisi gerakan 100 tumbler di lapangan kampus Unsika. Kampanye ini sejatinya merupakan salah satu rangkain acara mereka dalam memperingati Milad PIAUD yang ke-6.

Ketua Pelaksana, Deska Panca Meliani mengatakan, selain kampanye membawa tumbler ke kampus, mereka juga mengadakan lomba fashion show bagi mahasiswa PIAUD. Fashnion show tersebut mewajibkan para peserta untuk memanfaatkan barang bekas sebagai busananya.

Menurutnya, hal itu bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas dan jiwa seni para mahasiswa. “Guru PAUD itu dituntut kreatif, dapat memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan media pembelajaran, jadi tidak harus beli melulu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dalam kegiatan tersebut, panitia tidak menyediakan minuman kemasan melainkan air galon untuk isi ulang tumbler bagi para peserta. Dengan begitu ia berharap dapat menanamkan kebiasaan pada diri mahasiswa untk membawa tempat minum sendiri ke kampus.

Ia juga ingin kebiasaan baik ini juga menular ke mahasiswa fakultas lainnya. “Sebisa mungkin mereka bawa minum sendiri, dan pihak fakultas juga mudah-mudahan bisa memfasilitasi dispenser beserta air galonnya untuk mendukung gerakan ini,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kordinator Prodi PIAUD Unsika Ine Nirmala mengatakan, rangkaian acara juga diisi dengan khataman Alquran bersama di awal acara.

Ini merupakan kelanjutan dari kebiasaan mahasiswa PIAUD mengaji Alquran setiap hari Jumat melalui mata kuliah BTQ. Selain itu, digelar juga perlombaan mewarnai dan hafaln surat pendek bagi siswa TK se-karawang. Para siswa semester 7 juga diberi kesempatan untuk tampil menari untuk memenuhi tugas mata kuliahnya.

Bukan hanya itu, diadakan juga workshop wirausaha yang mengangkat topik barang bekas, hal itu disesuaikan dengan tema go green yang diusung oleh teman-teman mahasiswa. Selain memang mahasiswa PIAUD harus bisa memanfaatkan dan menyulap barang bekas sebagai media pembelajaran kreatif, ini juga merupakan bentuk pembekalan bagi mereka setelah lulus nanti agar mempunyai wawasan wirausaha. “Dengahn kegiatan ini Kami mendukung go green di kampus dengan membawa tumbler setiap hari, masyarakat luas juga bisa lebih sadar menjaga lingkungan dan menghindari penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.

Sumber : https://radarkarawang.id/telukjambe/calon-guru-paud-kampanye-go-green/

Leave A Comment